Langsung ke konten utama
RIMPU MBOJO TAMPIL DI SEMARANG

Semarang---Minggu, 20 November 2016
Sekarang giliran RIMPU (Busana adat Mbojo/Bima yang dikenakan putri-putrinya) eksis dan harus terus tampil di Semarang oleh Pelajar atau Mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Kota Semarang.
Perihal ini adalah agar tetap mempertahankan Budaya asli Dou Mbojo. Dou artinya Orang, Mbojo adalah nama suku orang Bima yang berarti (Orang Bima). Dalam kesempatan ini teman-teman mahasiswa dari KAB maupun Kota Bima ikut berpartisipasi dlm agenda Kirab Budaya dengan tema "PANCASILA RUMAH KITA". Diselenggarakan Pemerintah Kota Semarang.
RIMPU dalam perspektif KAB/KOTA

[Kab.Bima]
Rimpu merupakan sebuah budaya dalam dimensi busana pada masyarakat Bima (Dou Mbojo). Budaya "rimpu" telah hidup dan berkembang sejak masyarakat Bima ada. Rimpu merupakan cara berbusana yang mengandung nilai-nilai khas yang sejalan dengan kondisi daerah yang bernuansa Islam (Kesultanan atau Kerajaan Islam).

[KOTA BIMA]
Rimpu adalah cara berbusana masyarakat Bima yang menggunakan sarung khas Bima. Rimpu merupakan rangkaian pakaian yang menggunakan dua lembar (dua ndo`o) sarung. Kedua sarung tersebut untuk bagian bawah dan bagian atas. Rimpu ini adalah pakaian yang diperuntukkan bagi kaum perempuan, sedangkan kaum lelakinya tidak memakai rimpu tetapi ”katente” (menggulungkan sarung di pinggang). Sarung yang dipakai ini dalam kalangan masyarakat Bima dikenal sebagai Tembe Nggoli (Sarung Songket). Kafa Mpida (Benang Kapas) yang dipintal sendiri melalui tenunan khas Bima yang dikenal dengan Muna. Sementara sarung songket memiliki beberapa motif yang indah. Motif-motif sarung songket tersebut meliputi nggusu waru (bunga bersudut delapan), weri (bersudut empat mirip kue wajik), wunta cengke (bunga cengkeh), kakando (rebung), bunga satako (bunga setangkai), sarung nggoli (yang bahan bakunya memakai benang rayon).

Pustaka:Wikipedia
#Forumperantara
#ismantbsemarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FORUM PERANTARA MENGAWAL & BERKONTEMPLASI

Kamis, 12/01/2018--Rapat Persiapan agenda Focus Group Discussion (FGD), pengukuhan pengurus, dan Rapat Kerja Forum PERANTARA oleh Formatur Terpilih dan MId Formatur yang dimulai sekitar Pkl. 20.30 WIB di Tembalang Kota Semarang. Pembahasan pertama tentang Kerangka materi Kegiatan FGD; Ketahanan Bangsa, Mengawal harmonisasi antar ummat dalam menghadapi tahun politik, Penguatan hubungan antar Etnis di Jawa Tengah, dan Kepemudaan. Yang Kedua tentang rekomendasi (Sidang Komisi) Internal dan Eksternal. Yang terakhir pembahasan tentang konsep dan tekhnis persiapan rapat kerja (raker) pengurus periode 2018-2019. Hasil-hasil Rapat: 1. Bahan Materi FGD 2. Penetapan tempat dan waktu Pertemuan calon Pengurus, tentang; Pendalaman pemahaman tentang Pedoman Kerja kepada calon pengurus, sosialisasi kegiatan akhir Januari, dialog semi simposium antar Bidang dengan Formatur dan Mid Formatur, dan pemaparan gambaran rencana kerja juga sidang komisi tentang rekomendasi Internal dan Eksternal 3. Pene...

Kisah Anak Muda yang bermimpi Tinggi Meraih Permatanya

 ( Kisah Anak Muda yang bermimpi Tinggi Meraih Permatanya ) Tak Pernah Hilang, Namun tak Pernah Datang Kasih tak sampai...entah itu kalimat romantis,ataukah kalimat sedih buah cinta yang tak bertemu seutuhnya..entah itu karena kisah dan gelora yang tak pernah tersampaikan,ataukah gagal  bersatu.  Pahitnyakasih tak sampai,tak harus dibuang begitu saja,ataupun memaksakan sekuat tenaga untuk melupakan, ada hikmah yang dapat kita petik dari kisah tersebut,adalah bagaimana kita harus berani jujur pada diri,dan keberanian untuk menyuarakan kata hati dengan segenap tutur bahasa yang sebaik mungkin,supaya tersuarakan keinginan hati apapun nanti hasilnya,setidaknya kita telah berani mengutarakan..,atau kah pengorbanan untuk terus mempertahankan bahtera yang sudah terbangun,supaya tak kandas di tengah petualangan mengarungi samudera bahagia.  Saya adalah saksi hidup dan tempatnya mencurahkan selurh isi di hatinya. Hingga apapun mimpinya tersimpan dalam memor...

SPIRIT ISLAM, NASIONALISME DAN MODERNITAS

SPIRIT ISLAM, NASIONALISME DAN MODERNITAS Oleh: Adhar Pada abad ke-20 Masehi, negara-negara yang di bawah kekuasaan imperialisme Barat (Eropa) mengalami gerakan nasionalisme yang tujuannya untuk menghapus pengaruh kekaisaran Eropa dan mendirikan negara sendiri secara otonom atau mendirikan negara merdeka berdaulat. Akhirnya umat Islam pun bangkit, dengan spirit, semangat persatuan dan cita-cita kemerdekaan untuk melepaskan diri dari penjajahan kolonial Eropa yang diilhami oleh semangat nasionalisme Islam. Muncullah gerakan-gerakan pembaharuan yang dipelopori oleh para mujaddid (tokoh-tokoh pembaharu) di berbagai negara Islam. Indonesia sendiri adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dan yang menerapkan nilai-nilai kesatuan melalui Islam Modrernitas sebagai strategi menjunjung tinggi jiwa nasionalisme dan ditandai dengan penerapan sistem demokrasi  terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat (USA) dan India. Indonesia memiliki keberagaman etnis, kelompok...